Bagi ke facebook

Latest Post
Showing posts with label ReLigi. Show all posts
Showing posts with label ReLigi. Show all posts

Bisa jadi Keluarnya Dajjal Makin dekat

Written By Nusantara Voice on Tuesday, February 14, 2012 | 6:18 PM


Bisa jadi keluarnya Dajjal sudah dektat


Di dalam tulisan kami beberapa waktu yang lalu di website ini terdapat sebuah hadits yang statusnya ternyata dhaif. Tulisan tersebut berjudul "Siapakah Dan Apakah Dajjal".
Di dalam tulisan tersebut kami mengutip sebuah hadits yang berbunyi sebagai berikut:
لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِوَحَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ
“Ad-Dajjal tidak akan muncul sehingga sekalian manusia telah lupa untuk mengingatnya dan sehingga para Imam tidak lagi menyebut-nyebutnya di atas mimbar-mimbar.” (HR. Ahmad No. 16073)
Hadits di atas ternyata dhaif sanadnya sebagaimana keterangan di bawah ini:
الاسناد:إسناده ضعيف راشد بن سعد : هو المقرىء الحمصي لم يدرك الصعب بن جثامة
Maka dengan pengetahuan baru ini penulis mengucapkan permohonan maaf kepada segenap pembaca. Dan tentunya penulis memohon ampunan Allah سبحانه و تعالى .Astaghfirullah Al-Adzhiim...! Semoga kejadian ini tidak menyebabkan penulis termasuk yang diancam oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم di dalam hadits beliau berikut ini:
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda, "Barangsiapa berkata tentangku yang tidak pernah aku katakan, maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka." (Hadits Shahih Riwayat Bukhari No. 106)
Namun sebagai akibat dari dhaifnya hadits di atas, berarti keluarnya Ad-Dajjal tidak terkait dengan ramai atau sepinya orang yang masih menyebutnya. Jika selama ini kita memahami bahwa keluarnya Ad-Dajjal hanya ketika manusia kebanyakan sudah tidak menyebut-nyebutnya lagi. Kemudian para Imam, muballigh, ustadz dan dai tidak memperingatkan ummat akan bahayanya melalui berbagai mimbar da’wah, maka sekarang pemahaman kita berubah samasekali. Kita harus lebih siap mewaspadai keluarnya Ad-Dajjal kapan saja.

Dan sungguh kita harus bersiap-siap jangan-jangan keluarnya Ad-Dajjal jauh lebih cepat daripada yang kita bayangkan selama ini. Untuk itu kepada setiap muslim perlu untuk bersegera mempersiapkan diri dan keluarganya mewaspadai fitnah Ad-Dajjal. Setiap muslim dewasa ini perlu mengetahui apa saja pesan-pesan Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم yang berisi kiat-kiat menyelamatkan diri dan keluarga dari fitnah Ad-Dajjal. Yang pertama ialah berdoa di dalam solat pada saat selesai dari tasyahud akhir menjelang salam kanan-kiri sebagaimana arahan Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم berikut ini:
إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنْ التَّشَهُّدِ الْآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَوَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian selesai dari tasyahhud akhir, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari empat perkara, yaitu; siksa jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, dan keburukan Al Masih Ad Dajjal." (Hadits Shahih RiwayatMuslim No. 926)
Bunyi doanya ialah:
اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِوَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari azab jahannam, dan azab kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian dan dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal." (Hadits Shahih Riwayat Muslim No. 923)
Keduamenjauh dari Ad-Dajjal ketika ia telah keluar. Jangan mendekat kepada Ad-Dajjal.
مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ فَوَاللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌفَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يَبْعَثُ بِهِ مِنْ الشُّبُهَاتِ أَوْ لِمَا يَبْعَثُ بِهِ مِنْ الشُّبُهَاتِ هَكَذَا
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, "Siapa yang mendengar (kedatangan) Dajjal hendaklah menjauhinya. Demi Allah, seorang laki-laki benar-benar akan mendatangi Dajjal dan mengira bahwa ia adalah seorang mukmin, lalu ia akan mengikuti setiap syubhat yang ditebarkannya." (Hadits Shahih RiwayatAbu Daud No. 3762)
Ketigamenghafalkan sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi.
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِسُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ الدَّجَّا
Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda, "Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al- Kahfi, maka ia akan terpelihara dari (kejahatan) Ad-Dajjal." (Hadits Shahih RiwayatMuslim No. 1342)
Keempattinggal di dua kota suci yang paling aman di dunia saat Ad-Dajjal keluar untuk menebar fitnah dan kekacauannya. Yaitu kota Mekkah Al-Mukarromah dan Madinah Al-Munawwaroh.
لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ
Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda, "Tidak ada suatu negeripun yang tidak akan dimasuki Ad- Dajjal kecuali Makkah dan Madinah, karena tidak ada satu pintu masukpun dari pintu-pintu gerbangnya kecuali ada para malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian Madinah akan berguncang sebanyak tiga kali sehingga Allah mengeluarkan orang-orang kafir dan munafiq daripadanya." (Hadits Shahih Riwayat Bukhari No. 1748)
  • GABUNG KOMUNITAS APLIKASI FaceBook FREE KLIK DISINI 
  • SITUS JEJARING APLIKASI FACEBOOK FREE KLIK DISINI  

Saya sangat Pintar tapi sebenarnya saya sangat bodoh..!!

Written By Nusantara Voice on Thursday, December 1, 2011 | 1:52 PM

  Dengan kepintaran saya banyak wanita yang jatuh hati..
ga percaya?tapi banyak pula yang benci karena saya tidak mau di bohongi serta di kereti.Deangan kepintaran saya jua lah saya paham bahasa pemograman dari Asembler,ALgoritma sampai bahasa tubuh.
 Saya kuasai pula perkalian hingga saya bisa mengkalikan keuntungan bisnis Abah ma bisnis bosku yang kukalikan sebagai bonus ku nantinya.
 Tak ketinggalan pula masalah jumlah menjumlah Aku paling ahli jika batik punya om ku terjual 300 codi di tambah 100 codi mungkin tidak usah saya ngamen di LP3I ma STMIK,karena ke untunganya pasti sudah di kepala saya beserta Hp terbaru ma i-pad terbaru.
 Pengurangan ..tu sich lihai dari audit pasar modal finance aku sambil lalu...gampang cui..
Tapi...inilah kebodohan saya dan hitam serta fasiknya daku...
ketika masalam pembagian saya goblog..!!atau pura-pura Bego/stupid me..!!
Saya belum bisa berbagi dengan saudara-saudara saya yang lagi kekurangan para yatim,piatu baik fakir maupun miskin .Bodohkan...
ya ternyata saya memang bodoh

Solat Subuh bareng superhero

Alhamdulilah saya tidak meninggalkan momen yang sejuk ini,meski di Jakarta karena saya di sini masih bisa menemukan SURAU dan ...
Ketika saya masuk ke surau untuk menunaikan solat subuh ternyata ada Kyai JaLal Kyai di kampung sebagai Imam di subuh ini juag Batman,Spiderman,Flazman wah si buta gua hantu juga ada,X-Men si cyclop,Si HuLk kasian kepalanya sampai mau nyentuh dingding surau dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu sama rekan smua mereka tetap khusu'

Indahnya waktu fajar

Bila anda sering bangun pagi lalu pergi ke masjid melakukan sholat berjamaah, maka anda akan merasakan indahnya suasana subuh. Ya, Indahnya suasana subuh. Suasana yang agak berbeda dari suasana lainnya. Suasana yang menyadarkan kita kalau kita hanya makhluk lemah ciptaanNya.
Indahnya suasana subuh hanya dapat dinikmati dan dirasakan oleh orang-orang yang terbiasa bangun di waktu fajar. Allah menurunkan surat Al-Fajr dan Al-Falaq kepada nabi Muhammad karena begitu pentingnya waktu fajar dan waktu subuh. Di zaman Rasulullah hidup, pada saat subuh orang berbondong-bondong pergi ke rumah Allah. Tak ada sedikitpun rasa kantuk di mata mereka. Sayangnya, semua itu bertolak belakang pada masa kini. Banyak orang yang tertidur pulas pada saat suasana subuh, dan bahkan ada yang tak mengerjakan perintah Allah, melaksanakan sholat subuh. Mereka tak merasakan indahnya suasana subuh. Suasana yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang pilihan Allah.
Ketika anda terbangun di waktu subuh, dan mendengarkan adzan subuh berkumandang dari masjid ke masjid, dan anda rasakan getaran hati yang maha hebat, maka anda akan segera pergi ke rumah Allah itu dengan perasaan bahagia. Sepanjang perjalanan anda dari rumah menuju masjid, seperti ada orang lain yang menemani. Lalu penghuni langit seraya berkata pada anda “Apakah kabar anda hari ini?”. Lihatlah ke atas langit, lihatlah bulan yang masih gagah menampakkan sinarnya. Lihatlah bintang-bintang di langit bertaburan seolah-olah mengatakan pada anda, “inilah hamba Allah yang sholeh!” Kemudian lihatlah langit terbuka dan turunlah malaikat-malaikat Allah mencatat amal perbuatan manusia di dunia yang fana ini.
Indahnya suasana subuh sangat sulit dituliskan dengan kata-kata. Ia  hanya dapat dirasakan oleh mereka yang telah merasakan waktu subuh itu. Oleh meraka yang tak pernah lalai untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid. Oleh mereka yang selalu memakmurkan rumah-rumah Allah. Oleh mereka yang berlindung kepada Allah yang memiliki subuh dan kejahatan makhluk yang telah diciptakan-Nya.
Sudahkah anda merasakan indahnya suasana subuh?

Ayo saatnya solat subuh dulu tar di lanjut pelajaran Joomlanya

Sebagian orang menjawab kalimat “Asshalatu khoirun minannaum” dengan ucapan “shadaqta wa bararta” yang artinya “anda benar dan anda telah berbuat kebaikan”.
Abdul Karim ar Rafii asy Syafii mengatakan,
وان يجيب من يسمع الاذان المؤذن فيقول مثل ما يقول وان كان السامع جنبا أو محدثا الا في الحيعلتين فانه يقول لا حول ولا قوة الا بالله والا في كلمة الاقامة فانه يقول أقامها الله وأدامها وجعلني من صالحي أهلها والا في التثويب فانه يقول صدقت وبررت وفي وجه يقول صدق رسول الله صلى الله عليه وسلم الصلاة خيرمن النوم
“Orang yang mendengar suara adzan hendaklah menjawab panggilan adzan dengan menirukan apa yang diucapkan oleh muazin meski orang yang mendengar adzan tersebut dalam kondisi hadats besar ataupun hadats kecil kecuali untuk dua hai’alah-ucapan “Hayya ‘ala Shalat” dan ucapan “Hayya ‘alal Falah”-hendaknya dijawab dengan ucapan “laa haula wala quwwat illa billah”. Demikian pula, ucapan iqomah-yaitu ucapan “had qomatish sholah”-tidaklah ditirukan namun dijawab dengan ucapan “aqamahallahu wa adamaha wa ja’alani min sholihi ahliha”. Begitu pula ucapan tatswib-yaitu ucapan “ash sholatu khairun minan naum” dijawab dengan “shadaqta wa bararta”. Sebagian ulama Syafiiyyah mengatakan bahwa jawaban bacaan tatswib adalah “shadaqa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ashsholatu khoirun minan naum” [Fathul Aziz bi Syarhil Wajiz atau disebut juga al Syarh al Kabir karya ar Rafii 3/205].
Dalil bahwa jawaban untuk ucapan ‘qad qomatish sholah’ adalah ‘aqomaha wa adamaha’ ialah sebuah hadits:
عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِى أُمَامَةَ أَوْ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّ بِلاَلاً أَخَذَ فِى الإِقَامَةِ فَلَمَّا أَنْ قَالَ قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَقَامَهَا اللَّهُ وَأَدَامَهَا ».
Dari Syahr bin Hausyah dari Abu Umamah atau dari salah seorang sahabat Nabi, sesungguhnya Bilal mulai mengumandangkan iqomah. Tatkala Bilal sampai pada kalimat ‘qod qomatish sholah’ Nabi menjawab, ‘aqomahallahu wa adamaha’ [HR Abu Daud no 528].
Tentang hadits ini al Hafiz Ibnu Hajar mengatakan,
وَهُوَ ضَعِيفٌ وَالزِّيَادَةُ فِيهِ لَا أَصْلَ لَهَا ، وَكَذَا لَا أَصْلَ لِمَا ذَكَرَهُ فِي ” الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ “
“Hadits tersebut adalah hadits yang berkualitas lemah dan bacaan tambahan –yaitu ucapan “wa ja’alani min sholihi ahliha”- adalah bacaan yang tidak terdapat dalam hadits. Demikian pula bacaan untuk jawaban ‘ashsholatu khoirun minan naum”-yaitu ‘shadaqta wa bararta’ adalah bacaan yang tidak terdapat hadits yang mendukungnya” [at Talkhish al Habir 1/412, Syamilah].
Karena tidak terdapat hadits dari Nabi-sebagaimana penjelasan Ibnu Hajar di atas- terkait bacaan khusus untuk ‘asholatu khoirun minannaum’- maka jawaban untuk bacaan tersebut kita kembalikan kepada dalil umum dalam masalah ini sebagaimana yang anda sebutkan dalam teks pertanyaan yaitu mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh muazin. Sehingga jawaban untuk ucapan ‘asholatu khoirun minannaum’ adalah ‘asholatu khoirun minannaum’.
Kesimpulannya “ucapan ‘haqqan’ atau ‘shadaqta wa bararta’ atau ucapan ‘shadaqa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ashsholatu khoirun minan naum’ sebagai jawaban muazin yang mengucapkan ‘asholatu khoirun minannaum’ adalah termasuk bid’ah (baca:ibadah yang tidak pernah Nabi ajarkan) karena yang Nabi ajarkan pada saat itu adalah mengucapkan kalimat sebagaimana yang diucapkan oleh muazin yaitu ‘asholatu khoirun minannaum’ [Shofwah al Bayan fi Ahkam al Iqomah wal Adzan hal 138 karya Abdul Qadir bin Muhammad al Jazairi ta’liq al Albani dan Masyhur Hasan al Salman, terbitan ad Dar al Atsariyyah Yordania, cetakan pertama 1430 h].
Catatan:
Banyak orang mengucapkan ‘shadaqta wa bararta’ padahal cara baca yang benar menurut bahasa arab adalah ‘shadaqta wa barirta’ [Shofwah al Bayan hal 138].
 
Support : Web Master | webbmatrix | Media Islamic
Copyright © 2010. Aplikasi Facebook Twitter Software Ebook Free - All Rights Reserved
Web master Media news Published by Jurnalis Rakyat.com
Proudly powered by Google